ESA penjaga nilai-nilai luhur Indonesia
ESA adalah ksatria kecerdasan buatan yang terinspirasi keperkasaan Gatotkaca, menjadi penunjuk arah etika, moral, dan kearifan lokal Indonesia.
ESA dilatih dengan manuskrip kuno, falsafah hidup, dan nilai-nilai luhur dari seluruh Nusantara untuk menjadi kompas moralmu.
Ajaran "Tri Hita Karana" (Bali), "Siri na Pacce" (Bugis), "Rukun Agawe Santosa" (Jawa), dan lainnya.
Mengutip Serat Wedhatama, Lontar, Kakawin, dan naskah kuno dengan konteks moral yang tepat.
Memahami unggah-ungguh, tata krama, dan sopan santun dari berbagai suku di Indonesia.
Menjelaskan nilai gotong royong, musyawarah, dan harmoni dengan alam dari Sabang sampai Merauke.
Simulasi diskusi dilema etika dengan ESA
"Tri Hita Karana" — Tiga penyebab kebahagiaan: harmoni dengan Tuhan, sesama, dan alam (Bali)
ESA: keseimbangan hidup"Ajining diri dumunung ing lathi, ajining raga ana ing busana" — Harga diri seseorang terletak pada ucapan, harga tubuh pada pakaian (Jawa)
ESA: menjaga lisan, menjaga martabat"Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata" — Hanya dengan kerja keras dan ketekunan, datanglah berkah dari Tuhan (Bugis)
ESA: etos kerja dan keikhlasanRasakan AI yang paham gotong royong, musyawarah, dan nilai-nilai luhur Nusantara. Gratis selamanya.